Puisi pertama

LIHATLAH LANGIT
Kadang-kadang kau terlihat biru menawan
Seakan kau tampak bahagia dalam tenang
Awan putih memberikan senyuman indah
Memberikan ketenangan hati para manusia
Kadang-kadang kau terlihat gelap petang
Seakan kau marah murka
Kau menghantamkan petir dengan tanganmu
Kau hembuskan angin topan dengan mulutmu
dalam sekejap mata menggoyahkan pepohonan
Mempora-porandakan alam
Banjir, longsor dimana mana
Gelombang-gelombang berlarian saling menghantan
Burung-burung berisik beterbangan tak beraturan
Lihatlah langit
Dalam sekejap terlihat indah
Dalam sekejap berubah gelap menakutkan
Lihatlah langit
Bersyukutlah atas nikmat dariNya

Semarang, 16 November 216

Akhirnya blognya diisi sekian lama mencari apa yang harus diberi inilah jadinya. Kumpulan puisi lama menghiasi. 

Komentar