Puisi kedua

PEJUANG SEJATI
Malam gelap yang dingin
Tak surutkan matamu memacar
Pada kotakan kecil teknologi masa kini
Kau tulis secarik kata dalam lembaran
Semangat berkobar dalam jiwa
Panas terik menampar tubuh
Tak mampu megerutkan
Tubuh yang tegap berani
Menapaki jalanan perkotaan
Menuju gedung-gedung bertingkat
Mencari cahaya penerang akal
Deras hujan berlarian
Menjatuhi tubuh memukul kepala dan tangan
Tak mampu menurunkan semangatmu
Berlari dengan kencang kearah trotoar
Mengabdikan ilmu untuk mereka
Yang tak mampu duduk sepertimu kala itu
Semangatmu tetap berkobar
Menapik hinaan dengan kasih sayang
Kaulah pemuda pejuang sejati masa kini

Semarang, 18 November 2016


Komentar